

Kami sekeluarga, Papa Tata, Mama Tata dan Tata, walau sebenarnya sangat mengenal kota Salatiga, tapi bagaimanapun juga kami harus mencoba mengenal kembali kehidupan yang ada di kota ini. Mengenal kembali, dari nama jalan - jalannya, mainan dan yang lainnya. Tata sangat suka naik "angkot", karena selama Tata diDenpasar gak pernah naik "angkot".
Dan, selain Ortu dari Tata dapat mengembangkan nikivector , Tata juga dapat menemukan mainan yang murah meriah, yaitu naik motor mobil kecil keliling Lapangan Pancasila ( alun - alunnya Kota Salatiga ), tentu saja masih minta ditemeni ama Papa Tata.
No comments:
Post a Comment